Berita
Dirut Bank Riau Hadiri Pencanangan Klaster Industri Hilir Pertanian Dumai dan Enok (26 Jan 2010)
Bertempat di Kawasan Industri Dumai (KID) Pelintung, Sabtu (23/1/10) Menteri Koordinator Ekonomi (Meko Ekoin) Hatta Rajasa bersama Menteri Perindustrian M Suleman Hidayat dan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamukti meresmikan Kota Dumai dan Kuala Enok di Kabupaten Indagiri Hilir (Inhil) sebagai klaster industri berbasis produk pertanian. Hadir dalam peresmian tersebut Gubernur Riau M Rusli Zainal dan Walikota Dumai Zulkifli AS, Direktur Utama PT. Bank Riau Ir H Erzon MM serta sejumlah pejabat penting di Riau lainnya.Peresmian Dumai dan Kuala Enok sebagai klaster industri berbasis produk pertanian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menko Ekoin dan Menteri Perindustrian. Dalam pidato sambutannya, Hatta Rajasa mengatakan, pembangunan klaster industri berbasis produk pertanian di Dumai dan Kuala Enok merupakan bagian dari koridor ekonomi nasional di Pantai Timur Sumatera. Selain di Riau, klaster serupa juga ditetapkan di Sumatera Utara.

“Dengan adanya klaster industri berbasis produk pertanian ini, diharapkan perusahaan-perusahaan pertanian, khususnya perkebunan yang ada di Riau, nantinya tidak sekedar menjual bahan mentah, namun mengolahnya lebih dahulu menjadi bahan turunan, agar nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi,” saran Hatta Rajasa.
Lebih lanjut Hatta menjanjikan fasilitas fiskal bagi para pengusaha yang berhasil mengembangkan industri hilir pertanian di Dumai dan Kuala Enok. “Kita akan beri fasilitas fiskal bagi pengusaha untuk memasarkan produk turunan pertaniannya ke luar negeri,” janjinya.
Sementara itu, Gubri M Rusli Zainal, mengungkapkan rasa gembiranya dengan peresmian Dumai dan Kuala Enok sebagai klaster industri berbasis produk pertanian. Potensi perkebunan Riau yang mencapai 2,2 juta hektar dengan produksi sektyiar 60 juta ton CPO setiap tahunnya, punya prospek dikembangkan menjadi industri hilir. “Ini adalah imipian yang menjadi kenyataan. Sudah sangat lama, kita mengharapkan adanya dukungan pemerintah untuk membangun industri hilir pertanian di Riau,” ujar gubernur.
Dikatakan gubernur, keberadaan Dumai dan Kuala Enok sebagai klaster industri berbasis produk pertanian akan memberikan Riau sejumlah keuntungan ekonomi. Mulai dari penerimaan daerah dari sektor pajak sampai terbukanya peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Riau.



